Menciptakan Rumah Makan Ala Starbucks


Menciptakan Rumah Makan Ala Starbucks

 

      Anda punya niat mendirikan usaha? Kalau iya, biasanya, langkah pertama adalah memilih bidang usaha apa yang akan ditekuni. Dan umumnya, orang akan terpikir untuk usaha rumah makan. Kenapa? Karena, makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang memiliki tingkat permintaan sangat tinggi dan berkelanjutan.

Tetapi, cukupkah hanya dengan modal kemampuan membuat makanan enak dan menarik? Jawabannya, tentu saja iya untuk sebuah rumah makan biasa ( hahh...!!!) .

Tetapi, untuk membuat rumah makan yang sukses dan mampu memiliki banyak pelanggan yang loyal, diperlukan strategi bisnis yang sangat ampuh. Strategi yang terbukti mampu membuat sebuah perusahaan biasa menjadi perusahaan luar biasa. Strategi yang mampu membuat produk biasa menjadi produk yang diinginkan konsumen di seluruh dunia.

Experiential Marketing

Strategi itu adalah dengan menciptakan sebuah pengalaman yang tidak terlupakan sehingga konsumen menjadi loyal, dan bahkan dengan sukarela mempromosikannya ke konsumen lain. Inilah yang dinamakan strategi experiential marketing.

Ingin contoh? Mari kita lihat Starbucks.

Produk utama dari Starbucks adalah kopi yang harga secangkirnya bisa lima sampai sepuluh kali lipat dari harga secangkir kopi di warung biasa. Yang membuat hebat adalah, Starbucks sangat diminati konsumen. Bahkan, Starbucks berhasil membuka cabang di banyak negara termasuk Indonesia.

Apa rahasianya?

Joseph A. Michelli mengungkapkannya melalui buku ”The Starbucks Experience”. Inti dari buku ini adalah lima rahasia sederhana yang membuat Starbucks sukses. Rahasia Starbucks dalam menciptakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan sehingga konsumen betah berlama-lama dan menjadi pelanggan setia.

Untuk itu, terapkanlah lima rahasia sukses Starbucks sebagai strategi sukses rumah makan Anda. Untuk mengetahui caranya, mari kita lihat penerapannya berikut ini.
 

Rahasianya

# Rahasia pertama, make it your own. Artinya, bagaimana Anda membuat semua karyawan Anda merasakan bahwa rumah makan Anda adalah milik mereka juga. Sehingga, karyawan Anda akan dengan senang hati bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Alhasil, konsumen mendapatkan sebuah pengalaman yang luar biasa dari layanan rumah makan Anda.

# Rahasia kedua, everything matters. Intinya adalah detail. Ketika Anda detail, maka semua hal menjadi penting dan perlu diperhatikan. Mulai dari hal-hal besar seperti enaknya rasa makanan yang selalu sesuai standar, kebersihan tempat dan karyawan, kenyamanan ruangan, sampai hal paling sederhana seperti ucapan terima kasih dari karyawan kepada setiap konsumen.

Ketika detail menjadi perhatian rumah makan Anda, maka konsumen akan merasa semua pengalaman yang didapatkannya sangat optimal. Mulai dari kebutuhan utamanya seperti makanan sampai kebutuhan emosionalnya seperti kenyamanan akan terpenuhi. Dan akhirnya, konsumen Anda akan menjadi pelanggan yang loyal.

# Rahasia ketiga, surprise and delight. Kejutan yang menyenangkan selalu berarti kebahagiaan. Buatlah pelanggan Anda nyaman dan bahagia dengan kejutan-kejutan menyenangkan. Misalnya dengan memberikan kejutan berupa bonus makanan penutup. Atau dengan membuat satu menu spesial yang selalu baru tiap harinya. Intinya, ciptakanlah kejutan-kejutan yang membuat pelanggan Anda betah untuk sering makan di tempat Anda. Dengan begitu, pelanggan Anda akan dengan senang hati mempromosikan rumah makan Anda ke pelanggan lain.

# Rahasia keempat, embrace resistance. Masalah ataupun kritikan, baik itu datangnya dari dalam maupun dari konsumen, haruslah diterima dengan lapang dada. Karena, banyak inovasi dan ide-ide brilian yang mampu meningkatkan pertumbuhan rumah makan datangnya dari mereka. Konsumen dan karyawan pun akan semakin nyaman karena merasa didengarkan. Untuk itu, mulailah merangkul semua kritikan dan masukan untuk menjadi rumah makan yang lebih baik.

# Rahasia terakhir, leave your mark. Rahasia ini berkenaan dengan kontribusi rumah makan Anda terhadap lingkungan. Karena kosumen ’memberi’ kepada Anda, maka ”berikanlah” sesuatu kepada masyarakat. Yaitu, berupa kepedulian Anda terhadap pengembangan komunitas atau masyarakat. Dengan begitu, maka rumah makan Anda akan meninggalkan ”tanda” positif di benak konsumen. Alhasil, konsumen pun tidak sekadar loyal terhadap Anda, tetapi juga dapat menjadi advocate customer, atau ikut mempromosikan dan membela perusahaan Anda.

Nah, dengan menerapkan kelima rahasia tersebut, rumah makan Anda akan mampu memberikan sebuah pengalaman yang tak terlupakan yang membuat konsumen menjadi pelanggan loyal. Sebuah pengalaman yang membuat konsumen secara sukarela ikut mempromosikan ke pelanggan lain.

Investasi Properti di Apartemen, sangat manggiurkan, Tren Apartemen Dekat Kampus


Dan akhirnya, pengalaman yang akan menjadikan rumah makan Anda sebagai rumah makan yang luar biasa. Rumah makan ala Starbucks.








KISAH SUKSES PURDI E CHANDRA

KISAH SUKSES PURDI E CHANDRA

 Purdi E Chandra lahir di Kota Gajah Putih - Lampung-  09 September 1959. Secara “tak resmi” Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di Lampung, yakni ketika dirinya beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di pasar.

Bisnis “resminya” sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni ketika ia bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama (kemudian menjadi bimbingan belajar). Waktu mendirikan bisnisnya tersebut Purdi masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 fakultas dari 2 Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Namun karena merasa “tidak mendapat apa-apa” ia nekad meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis.

Dengan “jatuh bangun” Purdi menjalankan Primagama. Dari semula hanya 1 outlet dengan hanya 2 murid, Primagama sedikit demi sedikit berkembang. Kini murid Primagama sudah menjadi lebih dari 100 ribu orang per-tahun, dengan ratusan outlet di ratusan kota di Indonesia. Karena perkembangan itu Primagama ahirnya dikukuhkan sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia oleh MURI (Museum Rekor Indonesia).

Mengenai bisnisnya, Purdi mengaku banyak belajar dari ibunya. Sementara untuk masalah kepemimpinan dan organisasi, sang ayahlah yang lebih banyak memberi bimbingan dan arahan. Bekal dari kedua orang tua Purdi tersebut semakin lengkap dengan dukungan penuh sang Istri Triningsih Kusuma Astuti dan kedua putranya Fesha maupun Zidan. Pada awal-awal berdirinya Primagama, Purdi selalu ditemani sang istri untuk berkeliling kota di seluruh Indonesia membuka cabang-cabang Primagama. Dan atas bantuan istrinya pula usaha tersebut makin berkembang.

Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti: Pendidikan Formal, Pendidikan Non-Formal, Telekomunikasi, Biro Perjalanan, Rumah Makan, Supermarket, Asuransi, Meubelair, Lapangan Golf dan lain sebagainya.

Walaupun kesibukannya sebagai entrepreneur sangat tinggi, namun jiwa organisatoris Purdi tetap disalurkan di berbagai organisasi. Tercatat Purdi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan pengurus Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) DIY. Selain itu Purdi pernah juga tercatat sebagai anggota MPR RI Utusan Daerah DIY. (sumber : www.purdiechandra.com)

Wawancara dengan Majalah BERWIRAUSAHA

Untuk jadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E Chandra, Dirut Yayasan Primagama.

Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses.

“Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ itu. Purdi yang lahir di Lampung 09 September 1959 memang jadi model wirausaha jalanan, plus modal nekad. la tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp.300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. la sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 200 outlet di lebih dari 106 kota. la dirikan IMKI, Restoran Sari Reja, Promarket, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta.

Grup Primagama pun merambah bidang radio,penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semua diawalkan dari keberanian mengambil risiko. Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi kepada Edy Zaqeus dan David S. Simatupang dari Majalah BERWIRAUSAHA.

Berikut petikan wawancara yang berlangsung di kantor cabang Primagama Jakarta.

Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita?

Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana.

Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart.

Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan.

Apa itu?

Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan, ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%.

Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya? Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:rec), malah ndak ada hasilnya, walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu…

Apa artinya street smart?

Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja?

Kok kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain.

Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya?

Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual.

Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school” ?

Kalau saya if you want to be rich and happy, ya…. Kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari mentrinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha.

Penelitian di Harvard begitu. Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan? Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar.

Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja.

Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu?

Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan.

Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadi nya.

Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan?

Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang.

Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak?

Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan?

Sebagai entrepreneur, Saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi.

Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel.

Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual beli handphone.

Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ? ndak mungkin kan… Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha.

Sejak kapan Entrepreneur University berjalan?

Entrepreneur University (EU) berjalan baru setahun. Sebelumnya kita sudah sering adakan pelatihan di mana-mana. Tapi cuma beberapa hari, lalu selesai tidak ada follow up. Sekarang lebih jelas, kita ada follow up. Misalnya kita adakan tiga bulan, setelah itu ada klub entrepreneur. Yang itu bisa dilakukan lewat internet, pertemuan-pertemuan, dan juga konsultasi seperti tadi. Di EU diutamakan yang indeks prestasinya (IP) rendah. Memang pernah ada yang protes, orang mau masuk tapi IP-nya tinggi, dia jadi minder. Tapi memang saya lebih mudah mengajar orang yang tidak pintar. Kalau otak kiri sudah kuat, susah berubahnya.

Misalnya dia kuliah di akuntansi, yang feasible tidak feasible, udah, ndak berani-berani dia. Usaha itu bukan perhitungan sebelumnya. Hitungan yang terjadi, itulah usaha. Banyak yang terjadi kita tidak tahu dan tidak kita pikirkan sebelumnya. Saya di Primagama dulu kalau dipikir tidak rasional. Modal saya cuma Rp.300 ribu saja. Sekarang asetnya sudah hampir Rp.100 milyar, kan?

Rasionalnya di mana?

Tadi seorang direksi bank yang ingin membuat usaha. Seperti dia, dihitung-hitung terus, selalu tidak positif. Akhirnya tidak berani buka usaha. Saya bilang, “Jangan dihitung terus!” Usaha itu dibuka, baru dihitung. Ini street smart. Kalau dihitung baru dibuka, ndak akan buka-buka usaha. Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang. Karena terang itu tahu hitung-hitungannya, tahu risikonya gedhe, jadi takut. Kalau gelap, tidak tahu apa-apa, usaha itu tidak takut. Dihitung atau tidak dihitung itu sama saja kok.

Padahal entrepreneur harus berani ambil risiko…

Itulah, ambil risiko itu berarti harus gelap. Maksudnya jangan terlalu banyak tahu. Setelah jalan, kita pakai ilmu street smart tadi. Street smart itu yang melahirkan kecerdasan entrepreneur yang dibutuhkan untuk pemula usaha. Isi kecerdasan entrepreneur itu ya kecerdasan emosional, spiritual, dan basisnya di otak kanan.

Bagaimana cara Anda merealisasikan gagasan Mega Entrepreneur?

EU ini saya yang buka dan pelatihannya saya yang mengajar sendiri. Saya bukan cari untunglah, tapi semacam aktulisasilah buat saya. Karena saya ingin jadi Mega Entrepreneur tadi. Sehingga saya bela-belain, ndak harus untung. Kalau nombokpun saya mau untuk memberikan dakwah tentang entrepreneurship ini. Itu yang saya lakukan, dan sudah dua angkatan EU di lima kota. Perkembangan pesertanya cukup positif. Yang sama sekali tidak berani berusaha, kini jadi berani.

Bagaimana tren kewirausahaan ke depan?

Saya kira itu suatu keharusan. Kalau negara ini mau maju, harus banyak pengusahanya. Kita belum ada kementrian yang khusus mengurusi wirausaha. Di Indonesia banyak bisnis yang bisa dikembangkan menjadi franchise dan tidak harus yang mahal. Di Malaysia sudah ada kementriannya, dan mentrinya mendorong mereka yang mau usaha franchise dsb.

Bagaimana entrepreneur yang ideal itu?

Ukuran ideal saya adalah dari banyaknya lapangan kerja yang diciptakan. Pengusaha yang bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Bisnisnya kalau bisa yang baik-baiklah. Saya suka mengurusi bisnis yang langsung ke pasar. Yang menilai dan menentukan bisnis saya ya pasar. Saya ndak model dengan bisnis lobi-lobi yang harus berhubungan dengan pemerintah.

Pernah mengalami pencerahan selama menjadi entrepreneur?

Saya mengembangkan sisi spiritual melalui dzikir atau meditasi. Bisnis itu, kalau bisa ya melibatkan yang “di atas”. Tidak bisa berjalan dengan diri kita sendiri. Maka saya kembangkan kecerdasan spiritual. Kalau menggunakan intuisi saja, hanya bisa menunjukkan sesuatu tujuan itu seperti apa…. Tapi kalau dzikir, melibatkan Tuhan, kuncinya justru membuat tujuan itu terjadi.

Misalnya diramal orang kita tidak hoki. Dengan dzikir itu bisa jadi hoki. Yang tidak baik jadi baik. Arah negatif bisa jadi positif. Maka, menantang teori itu yang utama! Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang.

Bangkit

Wujudkanlah mimpi anda, kembangkanlah “penglihatan pemikiran” yang selama ini terpendam, berikanlah arti pada hidup yang anda cintai ini. Semuanya berawal dari sebuah impian. Dunia dengan segala isinya diciptakan Tuhan dari “impian-Nya”.

Kisah-kisah keberhasilan para tokoh yang berhasil mengubah dunia, bermula dari mimpi, seperti apa yang dilakukan Galiileo, Thomas Alva Edison, Einstein, dan lain-lain. Bangunan-bangunan besar seperti candi dan piramid juga dimulai dari impian. Bahkan, majalah ini hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca, juga diawali dari impian. Bila demikian, tampaknya segala sesuatu sangatlah mungkin untuk diwujudkan. Masalahnya adalah kebanyakan orang telah membuang jauh-jauh mimpi mereka ke tempat sampah, atau merasa bahwa mimpi mereka merupakan hal yang mustahil. Padahal, hampir semua mimpi bisa diwujudkan dengan sedikit kecerdikan, sedikit keberanian serta dukungan emosional.

Sebagai ilustrasi, pertengahan tahun 70-an Bill Gates bermimpi bahwa komputer akan tersedia di setiap rumah pada suatu masa nanti; Akio Morita bermimpi bisa mendengarkan musik favoritnya sambil main tenis, tanpa harus mengganggu tetangga kiri-kanan; atau Sosrodjoyo yang bermimpi nantinya orang-orang akan memilih teh botol bikinan pabrik daripada repot-repot menyeduhnya di rumah.

Tetapi perlu kiranya dibedakan antara “mendambakan” dan “memimpikan”. Mendambakan bersifat pasif dan menunggu, hanya merupakan selingan iseng tanpa otak, tanpa upaya untuk mewujudkannya. Sedang memimpikan bersifat aktif dan berani mengambil inisiatif. la didukung oleh rencana dan tindakan untuk membuahkan hasil.

Tokoh-tokoh yang disebut di atas adalah contoh perbuatan memimpikan. Mereka tidak sekadar beranganangan, melainkan berupaya keras mewujudkan impiannya. Microsoft, Sony, dan Teh Sosro adalah hasil nyata dari mimpi-mimpi mereka.

Singkatnya, penglihatan pikiran membuka pintu untuk mewujudkan impian kita. Namun begitu pintu tersebut terbuka, harus ada tindakan nyata berupa: disiplin, kebulatan tekad, kesabaran, dan ketekunan bila kita ingin membuat impian tersebut menjadi kenyataan. Penglihatan Pikiran

Pada hakikatnya setiap insan memiliki dua jenis penglihatan: penglihatan mata dan penglihatan pikiran. Penglihatan mata adalah apa yang kita lihat ada secara fisik di sekeliling kita, misalnya: mobil, gunung, pulpen atau teman-teman kita. Sebaliknya, penglihatan pikiran adalah sebuah kekuatan untuk melihat bukan apa yang ada secara fisik, tetapi apa yang bisa ada setelah intelegensia manusia diterapkan. Penglihatan pikiran adalah kekuatan untuk bermimpi. Dr. David Schwartch, dalam The Magic of Thinking Success, yakin bahwa perasaan kita yang paling tak ternilai harganya adalah penglihatan pikiran. Penglihatan tersebut membentuk gambaran masa depan yang kita harapkan, rumah yang kita idamkan, hubungan keluarga yang kita dambakan, liburan yang akan kita ambil, atau penghasilan yang akan kita nikmati kelak (sumber : www.purdiechandra.com)

Kisah Sukses Puspo Wardoyo

KISAH SUKSES PUSPO WARDOYO
SUKSES BERBISNIS DENGAN MANAJEMEN KONFLIK
 
Bicara waralaba ayam bakar, ingat Wong Solo. Berdebat tentang Wardoyo, pemilik Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo. Malah dalam banyak hal, nama lelaki ini lebih beken ketimbang rumah makannya. Maklum, keberaniannya membuat acara Poligamy Award di suatu hotel beberapa waktu lalu, menimbulkan pro dan kontra. Apakah ia kebablasan dalam hal personal branding? Tunggu dulu. Ternyata, menurut pria kelahiran Solo 46 tahun lalu ini, apa yang ia lakukan memang disengaja. Kok bisa?

“Saya harus menciptakan konflik terus-menerus di benak orang supaya orang membicarakan saya,” ujar Direktur PT Sarana Bakar Diggaya ini blakbalakan. Bahkan ia mengungkapkan, jika perlu, ia membayar orang untuk mendemo dirinya sendiri. Tujuannya, supaya orang selalu membicarakan dirinya tanpa henti dan polemik menjadi panjang. Contohnya, isu poligami.

Bagi Puspo, apakah orang membicarakan hal positif atau negatif, untuk tahap awal bukanlah masalah. Yang penting, setiap saat orang membicarakan dirinya. Hal ini, dikatakannya, penting untuk bisnisnya. “Ketika orang membicarakan Puspo, itu berarti membicarakan Wong Solo, ” ujar suami dari empat wanita ini. Ia yakin, jika orang kenal Puspo, yang bersangkutan akan men- deliver hal itu ke Wong Solo.

Bagaimana Puspo bisa melakukan ini semua? Diceritakan, ketika pada tahun 1993 memulai bisnis ini, ia belum seterkenal sekarang. Ia memulai perjalanan usahanya dengan modal Rp. 700 ribu. Waktu itu orang mengenalnya hanya sebagai pedagang kaki lima di Bandara Polonia, Medan.

Namun suatu hari pada 1996, Koran daerah Medan, Waspada menulis seputar dirinya. Judulnya, “Puspo Wardoyo, Sarjana Membuka Ayam Bakar Wong Solo di Medan.” Sejak itu, bisnis rumah makannya sukses besar. Omsetnya naik 300%-400%. “Dari sini saya sadar dampak pemberitaan,” ujar mantan guru SMA di Bagansiapi-api, Sumatera Utara ini. Dan ia pun mulai mendekati pers.

Setelah cukup dekat dengan kalangan pers. Puspo mulai memahami cara kerja dunia pers. Antara lain, penting isu dalam pemberitaan. Sejak itu, ia mulai menciptakan isu atau konflik yang berkenaan dengan dirinya. “Isu atau konflik itu penting supaya media mau memberitakannya, tanpa kita memintanya,” ia menjelaskan. Isu-isu yang dibuatnya haruslah mengandung unsur tidak bermasalah. Malah kalau bisa, dengan isu tersebut, ia menjadi pahlawan. “karena seorang pionir adalah seorang pembuka, dan ia bisa disebut pahlawan,” katanya. Target besarnya adalah bagaimana mempromosikan bisnis.

Tentang sosok pahlawan ini, Puspo mencontohkannya dalam hal poligami. Ia memfigurkan dirinya sebagai pahlawan poligami. Sekaligus sebagai pengusaha rumah makan yang sukses dan andal. Di sini ia ingin meruntuhkan mitos bahwa poligami itu tabu.

Isu yang diluncurkan, antara lain sewaktu mendapat penghargaan Enterprise-50. Lalu, saat menerima penghargaan sebagai Waralaba Lokal Terbaik dari Presiden RI Megawati. Dan terakhir yang bikir geger Poligamy Award. Tak tanggung-tanggung, dana tak kurang dari Rp. 2 miliar dikucurkannya untuk acara ini.

Tentang isu poligami, Puspo berujar, “Ini positif dan paling efektif. Karena ada kebenaran, tapi tak semua orang berani mengungkapkannya.” Toh, ia melihat, dari sisi agama, apa yang dilakukannya tak melanggar aturan. Ia sadar, banyak orang yang setuju dan banyak juga yang tak setuju. “Ketika orang bicara poligami, tak akan pernah tuntas,” ujarnya. Hal itu, ia menambahkan, akan memunculkan konflik di antara mereka.

Puspo mengakui ia sangat terkesan dengan isu Poligamy Award. Karena, setelah acara tersebut diselenggarakan, banyak sekali tanggapan dari masyarakat. “Ini puncak promosi saya,” ujarnya bangga. Diakuinya, ini isu yang paling berat dan seru yang pernah diluncurkannya. “Karena isu ini melawan arus,” tambahnya. Isu-isu tersebut ternyata tidak dibuatnya sendiri. Ia membentuk sejumlah tim. Tim yang terdiri dari para wartawan ini tersebar di beberapa kota, antara lain Jakarta, Badung, Surabaya, Solo, Malang, Bali dan Medan. Namun, ia tak menyerahkan pembuatan isu begitu saja kepada timnya. “Semua tetap di bawah kepemimpinan saya,” katanya. Dua minggu sekali ia mengadakan rapat untuk menetapkan isu dalam satu bulan.

Hasil evaluasinya saat ini menunjukkan, nama Puspo Wardoyo sudah dikenal banyak orang. Adapun dari sisi bisnis, ia merasa relatif berhasil. Saat ini sejumlah rumah makan di berbagai kota besar dimilikinya. Sejumlah proposal kerjasama juga terus mengalir ke mejanya. Namun, kalau dibandingkan dengan rumah makannya, ia mengakui namanya cenderung lebih popular ketimbang Wong Solo. Itulah sebabnya, agar seimbang, kini ia mengupayakan agar nama rumah makannya kian dikenal. Karena hal itu, beberapa langkah kini digodoknya. Caranya? Membuat sejumlah isu baru! Pertama, isu yang berisikan pesan bahwa dirinya adalah sosok yang baik, sabar, penuh kasih sayang dengan keluarga, dan dermawan. “Saya ingin colling down setelah kasus Poligamy Award, untuk meraih simpati,” ujarnya terus terang. Berikutnya, fokus pada product branding. Sejumlah produk unggulan Wong Solo akan segera diluncurkan.

Menurutnya, selama ini Wong Solo dikenal sebagai rumah makan biasa. Padahal, usahanya ini memiliki sejumlah produk unggulan. Contohnya, beras terbaik dari Delangga. Juga, kangkung unggulan yang hidup di air panas dari Cibaya, yang karena daya tahannya yang kuat dinamakannya Kangkung Perkasa. Selain itu, ia juga memiliki beberapa produk unggulan yang namanya nyerempet-nyerempet poligami, seperti Jus Poligami, Jus Dimadu, atau Tumis Cah Poligami. Terlepas dari kontroversi yang ada, suka tidak suka, Puspo adalah salah satu pebisnis yang piawai mem-brand-kan dirinya.

Rumah Makan Bebek Bengis , Kelezatan dan Ketekunan Sejak Masa Muda


Bagi masyarakat yang belum mengenal Rumah Makan Bebek Bengis mungkin akan merasa sedikit aneh. kenapa namanya bengis ?? nanti dijelaskan .. , Tapi soal rasa, Anda akan kesulitan mencari tandingannya. Bebek olahan ini memang makanan khas dari wilayah Indonesia timur, kota Surabaya , Jawa Timur. Dengan rasa yang unik dan istimewa tentu tak salah jika Bebek olahan  ini berani mengusung slogan "Spesial Bebek goreng / Bakar khas Suroboyo".

Untuk menikmati makanan bebek olahan  yang lezat ini Anda tentu tak perlu terbang atau naik kereta  Argo Bromo Anggrek jauh-jauh menjelajah bagian timur Indonesia. Cukup bertandang ke Rumah Makan Bebek di Perumnas II , Tangerang tepatnya di " Jl. Borobudur Raya DD- 19 "atau di Pekayon Bekasi atau cabang lainnya di Jabodetabek . Bebek olahan  ini sendiri sudah hadir dan dijadikan makanan favorit di Kota Pahlawan  sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia .  Awalnya, Resto bebek didirikan oleh Seorang arsitek dari kegemaran nya menyantap bebek , namun ketika merantau ke Ibu Kota dan ingin makan masakan bebek yang rasanya sama persis dengan makanan bebek di Surabaya  Ia sangat kesukaran sehingga timbulah ide untuk membuka sendiri Rumah Makan Bebek Khas Surabaya di tempat perantauannya tersebut.
Satu Porsi Bebek Bengis dilengkapi dengan lalapan dan sambal tiga macam disertai Teh khas dari Surabaya membuat rasa semakin mak nyooss dan sip parkusip...

Waktu berlalu dan Resto bebek ini  terus berkembang pesat. Rumah makan yang awalnya hanya menempati satu kios kecil di Bekasi , ternyata berhasil memperluas seperti keadaan saat ini yang telah membuka 5  cabang di Jabodetabek . Ini menandakan kehadiran Resto Bebek Bengis banyak diterima dan tak sedikit yang kemudian menjadi pelanggan setia atau pun mengajak kerjasama namun pemiliknya sangat selektif dalam memilih calon mitra nya tersebut. Saat itu, bahkan hanya dengan satu kios kecil, pelanggan harus rela antri untuk bisa menyantap Bebek  istimewa ini.Di tempat ini penggemar amat dimanjakan. Bagi pencinta Bebek ,  seporsi Bebek sudah dapat dinikmati sejak pukul 10.00 hingga pukul 22.00 malam. Jangan heran bila di pagi hari tempat ini sudah ramai didatangi penggemar Bebek . Suasana yang nyaman, bersih dan pelayanan yang cepat menjadi nilai lebih bagi pengunjungnya


Pengalaman Unik
Seporsi bebek  besar disajikan dengan lalapan yang fresh diambil dari perkebunan hari itu juga  Belum lagi sajian sambalnya yang amat khas dengan rasa pedas yang sangat menggigit yang dari situlah pengertian bengis diambil karena sambalnya bisa membuat kita meringis ringis ( ben = biar/agar -bahasa Surabaya- , ngis = meringis  , jadi maksud nya biar meringis ) kenikmatan . di resto ini sambal disajikan dalam 3 jenis sambal yang berbeda , pengunjung dapat memilih sambal yang mereka suka , Sambal berwarna oranye yang amat pedas hingga "mengigit lidah ini" kerap menimbulkan kangen. Kalau Anda tidak begitu menyukai pedas harap sedikit berhati-hati saat memilih sambal yang bengis .  Daging Bebek yang empuk dan  kulit bebek yang maknyos dan lezat serta ditambah sambal yang terkenal dari Surabaya  menjadikan setiap suapan terasa mantap dan ngangeni..( selalu bikin kangen) .

Bebek olahan ini memang disajikan dengan kualitas prima. Sejak awal pemilihan bahan baku, penggunaan bumbu bumbu kuliner ,  seluruh proses pengolahan  sangat dijaga ketat. karena pada dasarnya daging bebek bertestur padat dengan sedikit lemak pada daging nya sehingga yang tidak tahu cara pengolahannya akan kerepotan membuat daging  bebek terasa empuk dan bahkan di Resto Bebek Bengis ini tulang tulang bebek pun terasa nikmat dan gurih , bahkan banyak pelanggan yang juga memakan tulangya karena sudah empuk dan renyah ,  seluruh masakan pada resto ini mutunya terjamin karena bebas bahan pengawet, pewarna, atau bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Ini menjadi garansi bagi pencinta masakan bebek  yang memiliki gangguan pencernaan. Mereka bisa dengan tetap nikmat menyantap Masakan bebek ini . Bebek olahan  ini pun tampil pede dengan bumbu bumbu rahasia dari rempah rempah pilihan yang hanya ada di Surabaya, sehingga orang dari luar surabaya akan kesulitan dalam menerka bumbu apa yang dipakai.

Selain Bebek , terdapat menu lainnya yang juga menjadi favorit yakni Kepiting Saus Padang dan Bakmi  Goreng .Sejalan dengan berkembangnya outlet , saat ini resto tersebut  juga menyediakan puluhan menu yang sangat istimewa berupa aneka Rawon (Surabaya), Aneka menu seafood (Udang, Cumi & Kepiting) dan Aneka menu Chinesse food selain aneka menu bebek yang memiliki ciri khas Bebek Bengis yang tidak akan ditemukan di masakan bebek manapun. 
Rawon Surabaya yang warna dan rasanya menantang maut , berani mencoba kedahsyatan kuah nya dan kekenyalan daging nya???   

Anda tertarik bekerjasama dengan pemilik Rumah Makan ini, silahkan tinggalkan pesan di kotak komentar dibawah ini...

 Selamat Mencoba, sensasi masakan khas Kota Pahlawan....




Preman Insyaf Menjadi Pengusaha Restoran Sukses

Preman Insyaf Menjadi Pengusaha Restoran Sukses

Preman juga manusia, mungkin kata itu bisa untuk menggambarkan Pak'E, yang dulunya adalah seorang preman tanpa masa depan. Ternyata setelah dia insyaf, dia diberikan kesempatan untuk menjadi pengusaha restoran yang ternyata sekarang nyatanya menjadi restoran yang perlu diperhitungkan dan jangan sampai terlewat apabila anda berkunjung ke daerah Melbourne, Australa ini. Pak E alias Sisco yang bernama asli Siswanto Wiropuspito adalah preman insyaf yang membangun kembali masa depannya. Mantan Pengamen Jalanan dan Preman Blok M di tahun 1996 itu, kini sukses mengelola Restoran Blok M di Melbourne, Australia.


Rahasia Sukses Bisnis Bersama Pasangan
Nama Blok M dipilih untuk mengenang masa lalunya yang kelam. Kalo pas lagi mampir di Melbourne,silakan sambangi warungnya yang terletak di Commercial Road,Prahran. Pak’E yang dulu bolak balik keluar penjara,pengedar narkoba, dan pencopet,menjalankan usaha restonya itu dengan bermodalkan semangat dan kerja keras. Selain memasak,ia juga kerap menghibur tamunya dengan menyanyikan lagu-lagu jalanan.

Waktu kita mampir ke sana,sederetan menu disajikan untuk menyambut kita.Menunyapun unik, lumayan buat menghibur kerinduan pada jajanan tanah air. Ada Gule Tikus Blok M,Nasi Goreng Wong Edan, Gudeg Mbah Maridjan, Ikan Bakar SMS (Sarana Menuju Selingkuh) Lontong ATM (Anak Tampang Mesum), Soto Gempa Bumi, dan minuman spesial Wedang Jahe Bakar. Secara resto orang Australia, memang resto milik Pak E ini keliatan lebih kumuh,Konon katanya, petugas Higienitas dari Departemen Kesehatan Australia memerintahkan restoran ini untuk ditutup karena tidak memenuhi prosedur higienitas mereka. Namun saat mereka mencicipi tongseng kambing olahan Pak E, mereka sungguh terpesona dengan rasanya yang begitu ’mak nyuus’ kalo kata Pak Bondan. Dan yang mengejutkan, petugas tersebut keesokan harinya mengajak keluarganya makan di situ. Bahkan, saat anaknya ulang tahun acaranya dirayakan restoran milik Pak’E.
Tips Membuka Usaha Rumah Makan

Pak’E merasa bersyukur dengan kehidupannya sekarang. Selama sepekan resto ini menghasilkan lebih dari 7000 dollar Australia atau sekitar Rp49 juta. Resto ini juga menjadi langganan para pejabat, selebritis, dan tokoh-tokoh Indonesia apabila mereka sedang berkunjung ke Melbourne. Hal itu tampak dari foto-foto yang dipajang diseantero dinding restaurant. Jadi, benar kata orang bijak,jangan menyepelekan makanan.

1. Sejarah Gurita Bisnis Mc Donald's

2. Fakta terbaru : Restoran yang Bising Lebih Menarik Pengunjung

3. Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung 

4. Tinjauan Umum Usaha Restoran

5. Rumah Makan Bebek Bengis , Kelezatan dan Ketekunan Sejak Masa Muda



 

Sejarah raksasa bisnis Mc Donald's

SEJARAH McDONALD’S

Bisnis perusahaan kampium ini dimulai di tahun 1940 atau lima tahun sebelum Indonesia merdeka dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California. Mereka memperkenalkan “Speedee Service System” pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji moderen di seluruh penjuru dunia . Maskot awal McDonald’s, yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald McDonald

McDonald’s saat ini tidak menjadikan tahun 1940 sebagai tahun kelahiran restoran McDonald’s. Mereka memilih 15 April 1955, ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald’s dari Dick dan Mac di Des Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari McDonald’s bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Saham McDonald’s mulai dijual kepada publik tahun 1965..

Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudara lah yang pergi meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen.

Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia, McDonald’s dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang Amerika. Pada tahun 1960, terdapat lebih dari 200 saluran McDonald’s di seluruh Amerika, perluasan cepat yang dikobarkan oleh biaya franchise yang rendah. Ray Kroc telah menciptakan salah satu merek yang paling kuat sepanjang masa. Tetapi dia nyaris tidak mendapat keuntungan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menggunakan real estate sebagai pendukung keuangan yang menyebabkan McDonald’s menjadi operasi yang menguntungkan. Pada tahun 1956, Kroc mendirikan Franchise Realty Corporation, membeli tanah dan bertindak selaku pemilik restoran bagi pembeli franchise yang penuh minat.

Kroc seketika tahu bahwa dia telah melihat masa depan. “Malam itu dalam kamar motel saya, saya berpikir keras tentang apa yang saya lihat siang harinyal. Bayangan restoran McDoland’s yang tersebar di sekitar perempatan jalan di seluruh negara berpawai melalui otak saya.”



Dengan persetujuan di tangan, Kroc mulai memenuhi bayangannya tentang restoran McDonald’s yang meledak dari pantai ke pantai. Dia memulai dengan membangun mata rantai pertama kongsi restoran ini – sebuah model eksperimental di Des Plaines, illinois, di luar kota Chicago, yang bersifatkan harga rendah yang sama, demikian pula menu yang terbatas, dan pelayanan cepat seperti di restoran San Bernardino. Restoran yang dibuka pada tanggal 15 April 1955 ini mencapai penjualan yang terhormat sebesar $366,12 dengan cepat memasukkan keuntungan. Kroc mengawasi restoran ini dengan waspada seperti seorang ibu baru, secara pribadi memimpin kegiatan dapur dan mengorek sisa permen karet dari pelataran parkir dengan pisau raut. Bagi Kroc, meniru satu kedai tunggal kakak-beradik McDonald baru permulaannya. Supaya bisa membangun kongsi restoran, Kroc tahu bahwa dia harus memberlakukan disiplin atas industri restoran yang dikelola secara longgar. Dan itu berarti menyempurnakan prosedur operasi yang distandarkan dalam proses yang bisa ditiru. Empat puluh tahun sebelumnya, Henry Ford sudah menyadari bahwa produksi masal mobil memerlukan perkawinan antara presisi bagian-bagian mobil dan proses perakitan yang efisien. Wawan Kroc adalah menerapkan disiplin yang sama pada pembuatan sandwich.


Restoran McDonald’s pertama didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, namun kemudian dibeli oleh Ray Kroc dan diperluas ke seluruh dunia.

Forbes menulis pada tahun 1975, “Kalau Kroc bepergian, dia bersikeras menyuruh sopirnya membawanya paling sedikit ke enam restoran McDonald’s untuk melakukan inspeksi kejutan.”. Walaupun dia membunuh persaingan, persaingan tidak membunuh Ray Kroc. Dia meninggal dunia dalam usia lanjut pada bulan Januari 1984, pada umur delapan puluh satu tahun, tepat sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger yang ke-50 milyar.

Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.
Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas.

Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia.
Jenis Waralaba Mcdonald’s
Kebanyakan waralaba dapat diklasifikasikan sebagai distributor bisnis gaya rantai atau pengaturan manufaktur.

• Bisnis gaya – rantai (chain-style business) suatu perusahaan diperbolehkan menggunakan nama dagang suatu perusahaan lain dengan mengikuti petunjuk yang berhubungan dengan harga dan penjualan produk tersebut. Beberapa contoh adalah McDonald’s, CD Warehouse, Holiday Inn, Subway dan Pizza Hut.
McDonald’s Mengganti Nama menjadi ToniJack’s
Pemicu perubahan nama tersebut adalah sengketa kepemilikan lisensi waralaba antara Bambang Rachmadi selaku salah satu master franchise McDonald’s di Indonesia dengan partner bisnisnya. Sengketa tersebut berujung pada hengkangnya Bambang berikut dengan 13 gerai McDonald’s-nya.
Bambang mengklaim telah membesarkan McDonald’s Indonesia selama kurun waktu 20 tahun terakhir. “Perubahan ini semata-mata untuk melindungi kepentingan 800 karyawan yang berada dibawah kepemimpinan saya,” ujar Bambang saat acara pembukaan gerai ToniJack’s di Gedung Sarinah, Jakarta.
Bambang tidak sendirian menjalankan ToniJack’s. Ia menggandeng Suryo B. Sulisto, Komisaris Utama PT. Bumi Resources dan Komisaris Utama PT Giordano Indonesia. Suryo akan kebagian peran sebagai pengelola restoran.
Berdirinya ToniJack’s bakal meramaikan persaingan antar gerai cepat saji di Indonesia. Gerai waralaba baru ini bakal bersaing ketat dengan McDonald’s. Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menilai langkah Bambang ini sangat strategis dalam upaya mengembangkan franchise lokal.
Adanya ToniJack’s, tidak membuat McDonald’s gentar. Dian Supolo, Direktur Marketing dan Komunikasi PT McDonald’s Indonesia mengaku tidak gentar dengan berpisahnya 13 gerai Bambang menjadi Tonijack’s sebagai pesaing barunya.
McDonald’s Tidak Kuatir Dengan Keberadaan ToniJack’s
Sebanyak 13 gerai restoran cepat saji McDonald’s resmi berganti nama menjadi ToniJack’s Indonesia terhitung sejak Kamis (1/10). Setelah berganti nama, manajemen ToniJack’s Indonesia akan melebarkan sayap bisnisnya menjadi waralaba gerai cepat saji lokal. Logo ToniJack’s Yang menggantikan logo McDonald di 13 Gerainya
Pemicu perubahan nama tersebut adalah sengketa kepemilikan lisensi waralaba antara Bambang Rachmadi selaku salah satu master franchise McDonald’s di Indonesia dengan partner bisnisnya. Sengketa tersebut berujung pada hengkangnya Bambang berikut dengan 13 gerai McDonald’s-nya.
Bambang mengklaim telah membesarkan McDonald’s Indonesia selama kurun waktu 20 tahun terakhir. “Perubahan ini semata-mata untuk melindungi kepentingan 800 karyawan yang berada dibawah kepemimpinan saya,” ujar Bambang saat acara pembukaan gerai ToniJack’s di Gedung Sarinah, Jakarta.
Bambang tidak sendirian menjalankan ToniJack’s. Ia menggandeng Suryo B. Sulisto, Komisaris Utama PT. Bumi Resources dan Komisaris Utama PT Giordano Indonesia. Suryo akan kebagian peran sebagai pengelola restoran.
Berdirinya ToniJack’s bakal meramaikan persaingan antar gerai cepat saji di Indonesia. Gerai waralaba baru ini bakal bersaing ketat dengan McDonald’s. Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menilai langkah Bambang ini sangat strategis dalam upaya mengembangkan franchise lokal.
Adanya ToniJack’s, tidak membuat McDonald’s gentar. Dian Supolo, Direktur Marketing dan Komunikasi PT McDonald’s Indonesia mengaku tidak gentar dengan berpisahnya 13 gerai Bambang menjadi Tonijack’s sebagai pesaing barunya.


Anda mungkin perlu membaca ini juga :
1. Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung
2. Tips Sukses Membuka Usaha Rumah Makan 
3. Tinjauan Umum Usaha Restoran 
4.Preman Blok M Insyaf dan Menjadi Pengusaha Restoran Sukses di Australia
5. Buka Restoran bersama Pasangan , Asyik dan unik , banyak suka dan duka nya
6. Fakta terbaru , ternyata restoran yang bising itu lah yang dicari....









Restoran yang Bising Lebih Menarik Pengunjung

Fakta terbaru : Restoran yang Bising Lebih Menarik Pengunjung daripada Restoran yang Tenang dan Sunyi Senyap


Suasana seperti apa yang Anda harapkan ketika ingin menikmati makanan di restoran? Apakah tempat yang sepi, dimana para waiter-nya tampak tidak mengalami kesibukan apa pun bahkan terlihat sangat santai ? Ataukah tempat yang tampak penuh pengunjung, meskipun Anda harus berada dalam waiting list untuk mendapatkan meja?

George Prochnik, penulis buku In Pursuit of Silence: Listening for Meaning in a World of Noise, mengeksplorasi fakta di balik musik yang mengalun di dalam restoran, suara menggema yang nyaring, hingga suara gelas dan piring yang berdenting-denting. Menurutnya, kebisingan di dalam restoran secara tak langsung ternyata memberikan pengaruh terhadap kesuksesan restoran tersebut. Membangun suasana dengan cara seperti ini bisa Anda tiru untuk restoran Anda sendiri.

1. Buat suasana menjadi ramai, karena restoran yang tampak ramai akan menarik orang untuk masuk. Menurut para pengusaha restoran, rumah makan yang bising sering dianggap "hidup" dan sukses. Kalau Anda ingin makan-makan, Anda pasti ingin mengunjungi tempat yang menyenangkan ( salah satu tempat yang menyenangkan adalah tempat yang penuh dengan keramaian) , dan membawa energi yang baik. Jarang sekali ada orang yang ingin makan di restoran yang selalu sepi, bukan? Untuk membuat restoran ramai, Anda harus menciptakannya. Anda dapat mengundang teman-teman Anda untuk berkunjung secara berkala bahkan kalo bisa setiap ada pertemuan membahas sebuah bisnis usahakan di restoran Anda sendiri dan mintalah pendapat pada teman Anda tersebut biasanya ia akan berkata jujur tentang restoran Anda.

2. Desain yang modern memperkuat keramaian. Bagaimana dengan ruang yang minimalis tanpa banyak tirai atau karpet, dan meja-meja tanpa taplak? Tanpa tirai, karpet, atau taplak meja di dinding atau lantai, suara-suara tidak akan diserap, dan langsung memantul kembali ke penjuru ruangan. Kesan yang lebih bising pun tertangkap mudah oleh telinga.

3. Musik yang kencang membuat pengunjung larut dalam suasana. Percaya tidak, ada bukti-bukti ilmiah lho, yang menunjukkan bahwa semakin kencang dan cepat musiknya, semakin cepat (dan banyak) pengunjung menikmati hidangan. Dulu, jaringan restoran bahkan mengembangkan soundtrack yang diubah ke musik dengan tempo lebih tinggi dan dengan volume yang paling tinggi. Namun tentu hal ini harus disesuaikan dengan konsep restoran Anda. Musik yang kencang tentu tidak cocok diterapkan untuk rumah makan fine dining.

Meskipun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa orang cenderung makan lebih banyak dan lebih cepat karena mereka menikmati stimulusnya. "Gelombang suara secara harafiah memang menguatkan kita," ujar Prochnik.

Suara, atau kebisingan, mampu memberi pengaruh yang hebat pada suasananya. Sama halnya ketika Anda mengunjungi rumah makan dimana waiter atau waitress-nya bebas berteriak untuk menyampaikan pesanan Anda pada tukang masak. Terasa lebih hidup, bukan?

Anda mungkin perlu membaca ini juga :
1. Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung
2. Tips Sukses Membuka Usaha Rumah Makan
3. Tinjauan Umum Usaha Restoran








Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung

Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung


Sering kita melihat ada restoran yang begitu buka (grand opening) begitu ramainya sampai-sampai orang harus antri. Mungkin kita berpikir aaahhh itu paling cuma pas grand opening aja paling 1-2 minggu pengunjungnya normal atau bahkan sepi sekaleeee.....

Namun apa yang terjadi, prediksi bisa salah ternyata restoran itu rame terus dan sampai di bulan ke-2 masih tetap rame, bulan bulan selanjut nya.., loh kok tambah rame . apa yang terjadi???

Anda mau tahu rahasianya?

Pertama
beri diskon sampai batas maksimal misal 40% hanya bagi meja paling depan dari restoran kita.

Sebab indikator dari enaknya makanan direstoran itu biasanya bisa dilihat sbb:

 1. Banyaknya kendaraan parkir (bahkan sampai bikin jalan tersendat);
 2. Jumlah pengunjung yang antri

Dengan diskon yang kita berikan khusus bagi meja depan, maka otomatis setiap orang yang mampir ke restoran kita akan memilih meja depan untuk makan (karena diskon).

Efeknya, orang akan rela antri untuk memilih meja depan buat makan
Bisa ditebak hasilnya....

Kedua
kalau restoran kita mau Launching sebaiknya jangan langsung Grand Opening.
Cukup soft launching terlebih dahulu dengan mengundang saudara atau teman.


Baca Juga : Rahasia Sukses Bisnis Bersama Pasangan


Kita bisa sebarkan voucher gratis maupun diskon walaupun hanya untuk menutup modal (tapi syaratnya tidak boleh rugi)

Hal ini dilakukan dengan beberapa alasan diantaranya :


 1. Pada saat soft launching kita bisa test kemampuan team kita untuk menghadapi saat ramai pengunjung.
Karena biasanya pada saat grand launching pengunjung bisa 2-3 kali lipat dari kondisi normal.
Jadi, apabila ada sedikit kesalahan sana-sini tamu masih maklum karena gratis atau diskon

2. Tamu akan memberikan masukan positif bagi restoran kita karena menganggap mereka adalah bagian dari team (teman, saudara)

Inilah inti dari kemajuan bisnis kita yakni terus adanya masukan, kritik & saran.
Sebab tidak semua pelanggan restoran kita jujur komplain bahwa masakan kita asin, kurang bumbu, basi dll. Padahal itu tandanya mereka masih mau kembali asalkan masukannya dipenuhi.


Baca juga : Tips Membuka Usaha Rumah Makan

Masih untung kalau mereka marah-marah karena masakan kita kurang asin atau lainnya, yang lebih celaka yakni mereka tidak mau komplain dan memilih tidak pernah kembali ke restoran kita.

Semoga bermanfaat dan bisa langsung dipraktekkan.
 

A bolygó kapitánya (Captain planet)


A bolygó kapitánya (Captain planet)


01, 02, 09, 10, 16, 18

Hot Heidi Klum Wallpaper Gallery

Heidi Samuel, famously known by her birth name Heidi Klum, is a Hollywood actress, German American model, television host, business woman, artist, fashion designer, television producer and occasional singer. Heidi was born on June 1, 1973 in Bergisch Gladbach to Gunther, a cosmetics-company executive, and Erna, a hairdresser.

In 1997 Klum married Ric Pipino. The couple divorced in 2002. Later she dated Garfield Badza. In 2003, Klum announced she was pregnant by Badza. The same day she made this announcement, Badza was photographed kissing Fiona Swarovski. Klum and Badza split shortly thereafter. Klum gave birth to her first child, on May 4, 2004. In early 2004, while still pregnant, Klum began a relationship with musician Seal. Klum and Seal married on May 10, 2005, on a beach in Mexico. They have three biological children together: sons Henry Gunther Adeola Dashtu Samuel and Johan Riley Fyodor Taiwo Samuel, and daughter Lou Sulola Samuel. In December 2009, Seal officially adopted Leni, and her last name was changed to Samuel.

Birth Name : Heidi Klum
Birth Date : June 1, 1973
Birth Place : Bergisch Gladbach, North Rhine-Westphalia, West Germany
Measurements : 34-24-34
Height : 5 ft 9.5 in
Spouse(s): Ric Pipino (1997–2002)
Seal (2005–present)


sexy Heidi Klum bikini picture in beach

actress and model Heidi Klum photos gallery

hot image of Heidi Klum body

picture of musian seal and Heidi Klum with children

pic of model Heidi Klum walking on the ramp

Heidi Klum kissing picture with seal

Heidi Klum wet picture in water

pregnancy picture taken when Heidi Klum was pregnant

Rahasia Sukses Bisnis Bersama Pasangan

Rahasia Sukses Bisnis Bersama Pasangan


Tak usah bimbang  bila Anda ingin buka usaha bersama pasangan Anda. Anda berdua bisa tetap sukses. Kuncinya cuma Dua , kok! Mau tahu? Segera saja simak bahasan ahlinya di bawah ini.

Lihat saja Sukiatno Nugroho, juara lomba Es Teler tahun 1977, sukses mengembangkan bisnisnya berkat kerja samanya dengan sang istri. Konon, resep es telernya didapat Sukiatno dari istrinya. Setelah menang lomba, Sukiatno bersama istrinya mengembangkan usahanya menjadi warung es teler. Dari warung kecil di sebuah gang kini mereka telah mememiliki restoran yang tersebar hampir di seluruh propinsi Indonesia.

Contoh sukses bisnis Pasagan Suami-Isteri ( Es Teller 77 ) yang tetap jaya sampai saat ini dan tahan banting terhadap krisis yang sedang melanda dunia



Memang, aku Kafi Kurnia, usaha keluarga yang sukses seringkali diawali dari kerja sama antara sepasang suami-istri. Bukankah banyak juga toko/warung kecil yang dijalankan bersama antara suami-istri? "Suami melayani pembeli, istri menjadi kasir ataw sebaliknya . Setiap hari kegiatan tersebut dengan tekun mereka jalankan bersama dan penuh mesra , sampai akhirnya bisnis mereka makin besar," tutur direktur Peka Consult, sebuah lembaga konsultan keuangan dan manajemen ini.

Bisnis yang dikelola suami-istri, lanjut Kafi, umumnya berupa bisnis keluarga yang bersifat intrepeneur (wirausaha). "Jadi kayak Es Teler yang dikembangkan Sukiatno tersebut. Istrinya menang lomba, suaminya membisniskan resepnya, dan akhirnya bisnis Es Telernya dikembangkan bersama." Kombinasi yang kerap terjadi adalah suami mengembangkan dan istri menjalankan operasionalnya. Atau, sebaliknya.

KOMPAK DAN SALING PERCAYA

Konon, yang menjadi unsur penting dalam kelanggengan bisnis adalah kekompakan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Nah, bisnis yang dibangun bersama pasangan mempunyai kelebihan ini. "Pasangan yang dasarnya memang sudah kompak tinggal menggunakan kekompakan ini sebagai modal untuk berpartner dalam berwiraswasta," ujar Kafi.

Pasangan yang dasarnya memang sudah kompak dan saling percaya tinggal menggunakan kekompakan dan kepercayaannya ini sebagai modal untuk berpartner dalam berwiraswasta
Selain itu, bukankah bisnis seringkali mengandung tingkat kerahasiaan tinggi yang menuntut kepercayaan? Nah, suami-istri punya modal lebih dalam hal ini, mereka saling percaya. Jadi, rahasia bisnis keluarga, seperti resep masakan bagi yang membuka restoran atau kiat manajemen yang dijalankan, tak akan terbeber kemana-mana. Mereka bisa memegang rahasianya. Namun begitu, tak berarti semua suami-istri bisa melakukan bisnis bersama. "Hanya pasangan-pasangan tertentu saja yang bisa sukses, yaitu mereka yang bisa kompak dan saling percaya," tukas Kafi.

SAMA HOBI DAN KESENANGAN

Modal lain yang tak kalah penting ialah mempunyai kesamaan hobi dan kesenangan. "Jadi, kalau mau membuka usaha rumah makan, ya, suami-istri tersebut harus senang masak dan makan. Paling tidak, kalau hanya satu yang hobi masak, maka pasangannya harus hobi makan. Jadi punya common interest." Sebab, terang Kafi, bisnis keluarga tak akan sukses bila hanya mengandalkan skill ."Skill, kan, bisa dicari. Kita bisa menggaji orang lain yang memiliki skill tersebut."
Suami hobi makan dan Isteri hobi selalu mencoba jenis aneka masakan baru , ini salah satu modal untuk berbisnis dengan pasangan dibidang makanan atau rumah makan

Makanya, common interest alias punya kesamaan aspirasi sangat penting. Jangan lupa, bisnis yang dijalankan keluarga sifatnya wirausaha. Jadi, kalau mau enak menjalankannya, hobi dan kesenangan harus sama. Lagi pula, adanya kesamaan hobi dan kesenangan akan membuat bisnis berjalan dengan fun (senang). "Kalau bisnis keluarga mau maju, suami-istri yang menjalankannya harus merasa fun." Sebab, bila salah satu pasangan melakukannya dengan terpaksa, entah karena dipaksa pasangannya atau lantaran merasa kasihan melihat pasangannya tak ada yang membantu, maka umumnya jarang yang menjadi sukses. Bukankah ia sebetulnya tak suka berbisnis? Kalau orang melakukannya dengan terpaksa, tentu enggak bakalan fun , kan?

Anda mungkin perlu membaca ini juga :
1. Cara Mudah Membuat Restoran Ramai Pengunjung
2. Tips Sukses Membuka Usaha Rumah Makan 
3. Tinjauan Umum Usaha Restoran

Nah, bila bisnis yang dijalankan suami-istri tak lagi terasa menyenangkan bagi salah satu pihak, Kafi menganjurkan agar yang merasa terpaksa sebaiknya mengundurkan diri. "Siapa tahu kalau istrinya atau suaminya berpartner dengan orang lain, usahanya malah maju." Juga, kalau terus dipaksakan, bakal timbul konflik terus-menerus. "Kasihan, kan, anak-anaknya. Mereka akan melihat orang tuanya selalu bertengkar," ujar Kafi. Dalam berbisnis bersama, lanjutnya, suami-istri memang harus memiliki kepekaan yang tinggi. Maksudnya, peka melihat situasi. Jadi, kalau sudah enggak fun lagi, ya, jangan diteruskan.

SALAH SATU MERASA TERSISIH

Kendati bisnis bersama pasangan banyak menguntungkan, namun bukan berarti tak bakal ada masalah. "Bila suami lebih banyak melakukan deal bisnis dan menjalankan operasionalnya, bisa jadi ia semakin canggih. Sementara istrinya yang hanya mengurusi administrasi dan lebih banyak tinggal di kantor, tentunya akan ketinggalan." Akibatnya, makin lama gap di antara mereka makin besar. Buntutnya, salah satu pasti akan merasa tersisih. Kalau sudah begitu, tak ayal lagi, bisnis pun tak lagi terasa menyenangkan.

Sering terjadi, bila salah satu merasa tersisih, merasa yang lain lebih dominan, maka ketidakpuasannya itu akan terbawa ke rumah. Nah, menurut Kafi, pasangan yang demikian belum bisa membedakan urusan bisnis dan rumah tangga. "Mereka merasa kantor sama dengan rumah, sehingga mereka mau adu pengaruh supaya lebih dominan," terangnya. Namun tentu saja hal itu akan berdampak buruk, baik untuk hubungan suami-istri itu sendiri maupun sebagai partner bisnis. Untuk mengantisipasi timbulnya konflik seperti itu,

Kafi menyarankan agar ada pembagian yang jelas tentang tugas dan wewenang masing-masing pihak. "Bukankah di setiap organisasi pun selalu ada tugas dan wewenang masing-masing pihak yang terlibat? Karena itu, bisnis pun harus dilihat sebagai suatu organisasi." Tentunya setelah ada pembagian yang jelas, masing-masing pihak harus menghargai wewenang atau teritori pasangannya. Pembagian tugas yang jelas ini juga membantu agar salah satu pihak tak merasa tersisih atau dilangkahi. Misalnya, dalam mengambil setiap keputusan yang menyangkut urusan rumah tangga, istri selalu dilibatkan. Tapi kalau untuk urusan bisnis, bisa saja suami membuat keputusan tanpa melibatkan istri karena suami merasa itu sudah menjadi wewenangnya. "Kalau batasannya jelas, wewenangnya jelas, masing-masing tak melanggar rambu-rambu yang diberikan pasangannya, biasanya akan membuat bisnis lancar saja," tutur Kafi.


KOMUNIKASI SELALU DIJAGA

Suami-istri yang berhasil dalam bisnis, menurut Kafi, kebanyakan karena mereka saling mengisi, bukannya bersaing. Selain itu, tambahnya, harus disadari bahwa dalam bisnis manapun selalu ada pihak yang lebih tinggi dari yang lain. "Enggak ada, tuh, yang namanya equal partner dalam bisnis. Beda dengan kehidupan dalam rumah tangga, justru equal partner sangat penting." Jadi, kalau dalam bisnis suami-istri memposisikan dirinya sama tinggi, itu pasti menimbulkan masalah. "Mereka harus mau berbagi wewenang; harus ada supreme power di bisnis. Kalau partner setara dalam ide dan saham, sih, boleh, tapi harus ada yang lebih tinggi dalam leadership -nya," tutur Kafi.
jagalah selalu komunikasi anda dengan pasangan anda , bukankah dua otak akan lebih baik dibandingkan dengan satu otak saja...??

Sebagai jalan keluar, Kafi menyarankan agar komunikasi antara suami istri selalu dijaga. Jangan masing-masing tenggelam dalam kesibukannya sendiri di kantor. Ide-ide baru dan keinginan masing-masing pihak harus terus dibicarakan, supaya sebelum salah satu mengambil keputusan, paling tidak ia sudah tahu keinginan pasangannya. "Walaupun tak ada sharing dalam pengambilan keputusan, tapi dalam prosesnya istri mengerti, karena komunikasi dijalankan dengan sangat baik. They still communicate in the decision, tapi tak harus sharing the power . "

Konflik lain yang kerap muncul, bila masa-masa sulit dalam bisnis terbawa sampai ke rumah. Misalnya, bisnis sedang lesu, pelanggan jarang datang, order tak masuk atau kalah tender melulu, nah, efek psikologisnya bisa bermacam-macam. Suami/istri atau kedua-duanya bisa jadi kesal, lantas di rumah jadi marah-marah. Ini tentu akan mengganggu hubungan suami-istri. Jadi mesti diwaspadai.


DUKUNGAN MORAL

Memang, aku Kafi, ada juga pasangan yang berbisnis bersama namun tak mau membawa persoalan dalam bisnis ke rumah tangga. "Mereka bisa membedakan untuk tak membawa konflik rumah tangga ke bisnis dan sebaliknya. Pokoknya, di kantor urusan di kantor dan di rumah urusan di rumah," tuturnya. Hal ini tergantung dari tingkat "kecanggihan" relationship suami-istri tersebut. Itulah mengapa ada juga pasangan yang oke-oke saja membicarakan bisnis ke rumah dan menganggap itu malah bagus. "Bisnis mereka bisa lebih intens karena mereka terus berkomunikasi di rumah."

Keruwetan dalam bisnis dengan pasangan dapat juga berakibat pada hubungan harmonis rumah tangga Anda di rumah , maka diperlukan manajeman qolbu yang kuat untuk membagi urusan bisnis dengan urusan rumah tangga

Jadi, tergantung kesepakatan mereka. Selain itu, kalau mereka selalu kompak dan gembira dalam menjalankan bisnis bersama, "sebenarnya mereka mendapat manfaat lain, yaitu moral support yang didapat oleh masing-masing pihak," lanjut Kafi. Dukungan dan hiburan bila bisnis sedang sepi benar-benar bisa dirasakan oleh suami atau istri. "Moral support ini yang seringkali justru tak bisa didapat dari pegawai atau kompanyon bisnis yang lain." Jadi, Bu-Pak, rahasia suksesnya cuma kompak dan fun . Kalau fun-nya sudah hilang, maka kompaknya akan "tenggelam"; begitu juga sebaliknya. Selamat berbisnis dengan pasangan; semoga sukses!